Dalam waktu dekat, penghuni manusia pasti akan berdesakan dan sesak. Melangkah ke alam semesta dan menemukan rumah baru adalah urgensi. Ketika segala sesuatu berjalan dengan tertib, transformasi geologis yang dramatis meletus selama beberapa dekade. Umat manusia hancur oleh bencana ini dan hampir tak menyisakan apa pun. Hingga alam perlahan-lahan memulihkan ketenangan, manusia berjuang untuk bangkit dari reruntuhan dan jurang, melangkah kembali ke bumi yang familiar namun asing ini. Namun bagi kita, manusia, mendominasi segalanya telah mengakar dalam darah kita. Masihkah kita menjadi penguasa dunia baru ini?






